VisiNegeri.online

lisensi

Advertisement

Advertisement
Sunday, September 6, 2026, September 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-06T14:29:58Z
DAERAHINTERNASIONALNASIONAL

Ansor Kraksaan Ingatkan Partai Politik Tak Eksploitasi Identitas Nahdliyin

Advertisement

​PROBOLINGGO - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan mengingatkan partai politik agar tidak menjadikan identitas Nahdliyin sebagai instrumen untuk kepentingan elektoral.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Abd. Wahid atau Akank Wahid, menanggapi sikap Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur yang sebelumnya mengkritik narasi politik Partai Amanat Nasional (PAN) terkait penggunaan sebutan yang mengasosiasikan partai tersebut dengan kalangan Nahdliyin.

Wahid menyatakan, kedekatan partai politik dengan warga Nahdlatul Ulama merupakan hal yang wajar. Namun, menurut dia, identitas Nahdliyin seharusnya tidak digunakan sebatas untuk kepentingan branding politik.

“Pada dasarnya Nahdliyin jangan dijadikan identitas untuk meraup suara semata. Jika memang peduli itu sah-sah saja, karena semua bebas kenal dengan personal dari Nahdliyin sendiri, tapi urusan branding tidak perlu membawa kata Nahdliyin itu sendiri,” kata Wahid.

Sebelumnya, PW GP Ansor Jawa Timur menyampaikan kritik terhadap PAN dan meminta kedekatan dengan warga Nahdliyin dibuktikan melalui kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat, bukan hanya melalui slogan politik.

Salah satu persoalan yang ikut disoroti berkaitan dengan kebijakan pemindahan pendamping desa. Ansor Jawa Timur menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian apabila terdapat klaim kedekatan politik dengan kalangan Nahdliyin.

Meski ikut menyampaikan kritik, Wahid menegaskan bahwa sikap tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk penolakan terhadap PAN.

Menurut dia, GP Ansor Kraksaan tetap terbuka terhadap kader dengan latar belakang politik yang beragam.

“Perlu kami garis bawahi, Ansor Kraksaan bukan organisasi yang anti-PAN. Terbukti dari kepengurusan yang ada saat ini, banyak kader yang berasal dari berbagai unsur partai politik. Tapi ayo kita sama-sama besarkan rumah besar kita, yaitu Ansor,” ujarnya.

Wahid berharap seluruh partai politik lebih mengedepankan program dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat daripada mengeksploitasi identitas sosial maupun keagamaan.

“Kami berharap semua partai politik berjalan secara profesional, termasuk PAN. Jangan jadikan Nahdliyin sebagai objek politik belaka,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan dari pihak PAN terkait pernyataan PC GP Ansor Kraksaan tersebut. VisiNegeri membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(nsa)