VISINEGERI.ONLINE

lisensi

Advertisement

Advertisement
Thursday, May 14, 2026, May 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-14T09:14:37Z
DAERAHINTERNASIONALNASIONAL

Trump Bertemu Xi Jinping di Beijing, China-AS Didorong Jadi Mitra Bukan Rival

Advertisement

 

rump Bertemu Xi Jinping di Beijing, China-AS Didorong Jadi Mitra Bukan Rival

 BEIJING - Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan China dan Amerika Serikat harus dibangun dalam semangat kemitraan, bukan persaingan yang saling merugikan. Pernyataan itu disampaikan Xi saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5/2026).

Dilansir dari detikNews yang mengutip AFP, pertemuan kedua pemimpin negara tersebut berlangsung di Aula Besar Rakyat, Beijing, setelah Trump disambut dalam seremoni kenegaraan yang megah. Kunjungan ini menjadi kunjungan pertama Presiden Amerika Serikat ke China dalam satu dekade terakhir.

Dalam pertemuan itu, Xi Jinping menyampaikan bahwa dunia saat ini berada pada persimpangan baru. Karena itu, hubungan antara Beijing dan Washington dinilai memiliki arti penting, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas global.

“Hubungan China-AS yang stabil adalah anugerah bagi dunia. Kerja sama menguntungkan kedua belah pihak, sementara konfrontasi merugikan keduanya. Kita seharusnya menjadi mitra dan bukan rival,” kata Xi Jinping kepada Trump, sebagaimana dilansir detikNews dari AFP.

Xi juga menyampaikan rasa senangnya dapat kembali menyambut Trump di Beijing. Sebelumnya, Trump pernah berkunjung ke China pada 2017 saat menjabat sebagai Presiden AS pada periode pertamanya.

Sementara itu, Trump menyebut pertemuan dengan Xi sebagai sebuah kehormatan. Ia juga menyatakan optimisme bahwa hubungan Amerika Serikat dan China dapat bergerak ke arah yang lebih baik.

“Suatu kehormatan bisa berada bersama Anda. Suatu kehormatan menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan AS akan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Trump.

Trump juga menambahkan bahwa kedua negara memiliki peluang untuk membangun “masa depan yang fantastis bersama”.

Pertemuan tatap muka antara Xi Jinping dan Donald Trump ini diperkirakan membahas sejumlah isu strategis dan sensitif, mulai dari perdagangan, Taiwan, hingga situasi Iran. Dalam kunjungannya, Trump disebut membawa sejumlah agenda prioritas, termasuk dorongan kerja sama bisnis di sektor pertanian, pesawat terbang, dan bidang ekonomi lainnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan akan mendorong Xi untuk membuka akses pasar China lebih luas bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Selain itu, isu Iran juga disebut menjadi salah satu topik pembicaraan, meski Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan apa pun dari China terkait persoalan tersebut.

Pertemuan Trump dan Xi di Beijing menjadi sorotan internasional karena berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang masih dipenuhi ketegangan. Relasi China dan Amerika Serikat selama ini kerap diwarnai persaingan ekonomi, teknologi, pengaruh kawasan, hingga isu keamanan.

Pernyataan Xi yang mendorong China dan Amerika Serikat menjadi mitra dinilai sebagai sinyal penting bagi arah komunikasi dua kekuatan besar dunia tersebut. Meski demikian, hasil konkret dari pertemuan ini masih akan bergantung pada pembahasan lanjutan kedua pihak, terutama terkait isu-isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

Sumber: detikNews/AFP